Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts
Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts

Jenis-Jenis Materi Baku Pakan Ternak Unggas

December 25, 2018
Jenis-jenis Bahan Baku Pakan Ternak Unggas
Bahan pakan ternak yakni materi yang sanggup dimakan, dicerna dan dipakai oleh ternak. Bahan pakan sanggup berasal dari flora dan hewan. Semua materi pakan baik yang berasal dari flora maupun binatang terdiri dari air dan materi kering. Bahan kering sanggup dibedakan menjadi materi organik dan materi anorganik. Bahan organik mencakup karbohidrat, lemak, protein, vitamin, sedangkan materi anorganik mencakup mineral.

Pada umumnya flora menjadi sumber pakan utama bagi ternak. Dalam proses fotosintesa, flora sanggup memakai energi matahari untuk mensintesa zat masakan organik yang kompleks dari bahan-bahan sederhana menyerupai karbondioksida dalam udara dengan air dan unsur anorganik dari tanah. Bagian terbesar dari energi yang diserap flora disimpan dalam bentuk energi kimiawi yang sanggup dipakai ternak untuk kelangsungan hidupnya atau untuk kebutuhan hidup pokok dan untuk mensintesa jaringan tubuhnya.
Bahan baku pakan sanggup dikelompokkan menjadi materi baku pakan sebagai sumber energi, materi baku pakan sebagai sumber protein (nabati dan hewani), materi baku pakan sebagai sumber mineral, serta materi baku pakan tambahan dan suplemen (feed additive dan feed suplement) .
 Bahan pakan ternak yakni materi yang sanggup dimakan Jenis-jenis Bahan Baku Pakan Ternak Unggas
Jenis-jenis Bahan Baku Pakan Ternak Unggas
a) Bahan baku pakan sebagai sumber energi
Beberapa materi baku pakan sumber energi antara lain :

 Padi
Tujuan utama padi ditanam yakni untuk memenuhi kebutuhan manusia. Padi yang kualitasnya tidak memenuhi syarat untuk konsumsi manusia, sanggup dipakai untuk pakan ternak. Sebagai materi pakan ternak, padi sanggup diberikan dalam bentuk gabah atau beras. Tentu kedua bentuk tersebut mempunyai nilai nutrisi yang sangat berbeda. Gabah sanggup diberikan kepada ayam semua umur, kecuali anak ayam yang masih sangat muda. Gabah mengandung 40% serat bernafsu dan 11-18% silika yang merupakan 25% dari berat gabah.

 Jagung
Jagung merupakan materi pakan ternak yang baik untuk semua jenis ternak, sehingga dijuluki ”The King of Cereal”. Jagung mempunyai beberapa kelebihan antara lain kaya BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) yang hampir seluruhnya pati dan kandungan lemak tinggi. Pada jagung kuning kaya akan pro vitamin A, thiamin, sistin dan mengandung pigmen kuning atau cryptozanthin yang sangat berkhasiat untuk memberi warna kuning telur, kaki dan kulit broiler. Kekurangan yang ada pada jagung yakni defisiensi asam amino lisin dan triptophan serta miskin mineral Ca.

Kandungan protein, asam amino, dan energi jagung sangat bervariasi tergantung dimana dan dalam kondisi bagaimana jagung ditanam. Protein dalam jagung bervariasi 7 – 12%. Jagung sebaiknya digiling bernafsu sebelum diberikan kepada ternak. Penggilingan dilakukan sesaat sebelum proses pencampuran pakan untuk menghindari terjadinya proses ketengikan dalam penyimpanan lantaran jagung yang sudah digiling lebih gampang tengik daripada jagung yang masih utuh.

Ada 3 jenis jagung, yaitu jagung kuning, jagung merah, dan jagung putih. Pada umumnya jagung kuning yang biasa dipakai sebagai materi baku pakan. Alasannya kandungan nutrisi jagung kuning relatif lebih baik dibandingkan dengan kedua jenis jagung lainnya. Selain itu, ketersediaan jagung kuning relatif memadai lantaran petani di Indonesia banyak yang menanamnya. Meskipun demikian, fluktuasi banyak yang menanamnya. Meskipun demikian, fluktuasi harga yang cukup tajam menjadi salah satu titik lemah dari materi baku pakan ini. Keadaan ini disebabkan jagung kuning masih dipakai insan sebagai materi masakan dan angka produksinya masih rendah dan tidak stabil.

Angka produksi yang masih rendah dan tidak stabil ini bekerjsama lebih disebbkan oleh faktor teknis, yaitu keterbatasan lahan penanaman jagung dan masih banyak petani yang produksinya di bawah rata-rata bibit jagung hibrida. Melihat kandungan energi matabolisme yang tinggi, yaitu sebesar 3.360 kkal/kg jagung sering dimanfaatkan sebagai salah satu materi baku penghasil energi. Dalam pakan ternak unggas, jagung merupakan komposisi materi utama, sekitar 50% dari total komposisi pakan.

 Sorghum
Diantara materi pakan butir-butiran, sorghum merupakan materi pakan yang mempunyai kandungan protein sangat bervariasi 8 – 16% dan mempunyai kandungan energi terbesar. Salah satu hambatan penggunaan sorghum yakni harganya yang mahal lantaran di Indonesia tidak banyak ditanam. Beberapa kekurangan sorghum yakni :
@ Mengandung zat anti nutrisi tanin yang mempunyai sifat racun, sedikit larut dalam air, sangat larut dalam aseton dan alkohol.
@Tidak mengandung karoten dan pro vitamin A.
@ Kandungan pigmen xanthophyl sangat rendah.
@ Defisiensi asam amino methionin, lisin dan arginin.

 Barley
Barley biasanya ditanam untuk tujuan industri minuman (bier). Barley yang tidak memenuhi standar untuk pembuatan bier, dipakai untuk pakan ternak. Kandungan protein tidak bervariasi 8,0 – 15,5% dibandingkan dengan materi pakan lainnya; barley tergolong materi pakan dengan kandungan nutrisi terendah.

 Gandum
Kandungan protein gandum sangat bervariasi antara lain tergantung dari jenis dan kawasan pemanasan berkisar 7 – 22%. Gandum yang rusak sebelum dipanen lantaran imbas cuaca bijinya mengkerut.

 Dedak
Bahan pakan ternak ini merupakan produk sampingan (side product) penggilingan padi. Dedak biasanya bercampur kulit. Kandungan proteinnya sekitar 12%. Penggunaannya dalam ransum ayam, terutama untuk anak ayam terkendala oleh tingginya kandungan serat bernafsu yang mencapai 11% atau lebih. Disamping itu lantaran kandungan lemaknya juga tinggi kira-kira 13%, maka dedak gampang menjadi tengik dalam penyimpanan. Kandungan mineral Ca yang sangat rendah (0,05%) dan P yang cukup tinggi (±1,5%) menjadi faktor pembatas penggunaan untuk unggas kecil.

Memanfaatkan dedak padi sebagai materi pakan perlu memperhatikan kualitas dedak padi yang baik. Dedak harus dipilih yang mengandung kulit ari beras dan menir atau serpihan beras, tetapi tidak tercampur dengan kulit padi yang keras atau serpihan sekam. Jika dedak ini tercampur dengan kulit padi yang keras, kandungan nutrisinya akan berbeda dan serat kasarnya pun akan meningkat hingga 25%.

 Bekatul
Kandungan nutrisi bekatul tergantung dari cara pengolahan padi menjadi beras. Kandungan protein, Ca dan P hampir menyerupai dengan dedak padi, tetapi kandungan serat kasarnya jauh lebih rendah yaitu kira-kira 4%. Oleh lantaran itu bekatul sanggup dipakai dalam ransum ayam dalam jumlah lebih banyak dari pada dedak padi.

 Rice Pollard
Rice pollard yakni gabungan dari kulit, germ, bran (dedak) maupun bekatul. Kandungan lemaknya antara 14 – 18% sehingga gampang tengik dalam penyimpanan. Rice pollard sanggup dipakai dalam ransum hingga 50%. Dalam ransum ayam petelur penggunaan rice pollard hingga 42% tidak mempunyai imbas negatif pada produksi telur, bahkan terbukti meningkatkan berat telur.

 Wheat Pollard
Bahan ini merupakan hasil sisa pengolahan gandum secara basah. Kandungan protein wheat pollard sangat tinggi sekitar 60%, tetapi kandungan asam aminonya tidak seimbang. Hal ini merupakan faktor pembatas penggunaan wheat pollard dalam ransum ayam, di samping bentuknya yang sangat halus.

 Corn Gluten Meal (CGM)
Penggunaannya dalam ransum ayam disarankan 5% untuk anak ayam dan 10% untuk ayam yang sedang tumbuh.

 DDGS
DDGS (Destilled Dried Grains Soluble) merupakan materi pakan yang berasal dari limbah ekstraksi jagung yang dibentuk etanol. DDGS mangandung protein 24 – 28% dan dipakai untuk pakan ternak sebagi sumber energi.

Onggok
Onggok merupakan produk sampingan dalam proses pembuatan tepung tapioka. Onggok dipakai sebagai materi pakan ternak sumber energi.

Tepung Tapioka
Tepung tapioka berasal dari sngkong. Bahan pakan ini biasanya dipakai sebagai salah satu materi sumber energi untuk pembuatan konsentrat pada sapi.

 Tepung Gaplek
Tepung gaplek dibentuk dari ubi kayu sesudah melalui proses pengeringan dengan sinar matahari dan kemudian digiling menjadi tepung. Tepung gaplek banyak mengandung pati dan pada dikala pengukusan pati tersebut diubah menjadi zat perekat oleh uap panas. Dengan demikian, penggunaannya sangat membantu sekali dalam pembuatan pakan bentuk pellet alasannya yakni pellet yang dihasilkan akan menjadi lebih padat, keras dan tidak gampang pecah.

 Tetes (Molases)
Molases merupakan hasil ikutan dari proses penggilingan tebu untuk dijadikan gula. Molases berbentuk cairan kental, berwarna coklat kemerah-merahan. Bahan ini biasa dipakai untuk gabungan pakan sapi. Untuk pakan unggas molases biasanya dipakai dalam jumlah sedikit.

Bungkil Kelapa Sawit (Palm Kernel)
Bungkil kelapa sawit merupakan materi pakan sumber protein biasa dipakai untuk menyusun konsentrat sapi.

Kulit Kedelai
Kulit kedelai biasanya dipakai sebagai materi penyusun untuk konsentrat sapi. Kulit kedelai mengandung serat bernafsu yang tinggi dan sebagai materi pakan sumber energi.

Kulit Kopi
Kulit kopi biasanya dipakai sebagai materi penyusun untuk konsentrat sapi. Kulit kopi mengandung serat bernafsu yang tinggi dan sebagai materi pakan sumber energi.

Minyak nabati
Kebutuhan energi metabolisme yang sangat tinggi dalam pakan ayam ras pedaging mencapai 2.800 – 3.200 kkal/kg, sangat sulit tercapai jikalau hanya mengandalkan materi baku lain tanpa memakai minyak nabati. Minyak nabati mempunyai kandungan energi metabolisme sebesar 9.000 kkal/kg dan lemak sebesar 99%. ab
Dalam menyusun formula pakan ternak unggas, penggunaan minyak nabati sebagai sumber energi suplemen biasanya sekitar 3 – 6%. Pemakaian materi baku ini sanggup meningkatkan palatabilitas atau cita rasa pakan, tetapi penggunaan minyak nabati yang berlebihan akan menyebabkan pelet yang terbentuk gampang berubah kembli menjadi bentuk tepung.

 Lemak hewan
Lemak binatang yang biasa dipakai untuk pakan yakni lemak sapi yang diperoleh dari penjagalan hewan. Bahan baku ini sangat berpotensi menjadi sumber energi lantaran kandungan energi metabolismenya sangat besar, sekitar 7.700 kkal/kg. Penggunaan lemak sapi dalam pakan ayam ternyata sanggup menaikkan tingkat palatabilitas dan konsumsi pakan. Untuk pemakaian sebagai materi baku pakan, lemak ini perlu dipanaskan terlebih dahulu dalam wajan di atas api hingga mencair. Setelah cairan lemak binatang agak dingin, boleh dicampurkan dengan dedak. Campuran inilah yang kemudian dicampur dengan materi baku lainnya sesuai dengan formulasi yang telah disusun.

Bahan Baku Pakan Sebagai Sumber Protein Nabati

December 25, 2018
Bahan baku pakan sebagai sumber protein 

Bahan baku pakan sebagai sumber protein nabati antara lain : 

Bungkil Kelapa 
Bahan pakan ini merupakan hasil sisa pengolahan minyak kelapa. Daging kelapa yang dikeringkan hingga kandungan airnya dibawah 6% disebut kopra. Setelah kopra diambil minyaknya, maka materi yang tersisa disebut bungkil kelapa. Tergantung dari cara pengambilan minyak, ada dua jenis bungkil kelapa. Yang pertama dihasilkan dari proses pengambilan minyak secara ekstraksi dengan zat pelarut, risikonya disebut extracted coconut oil. 

Yang kedua dihasilkan dari proses pengambilan minyak secara ekstraksi dengan dipres, risikonya disebut expeller coconut oil. Penyimpanan bungkil kelapa dalam suhu tinggi akan mempercepat proses ketengikan. Oleh alasannya itu harus diyakinkan bahwa bungkil kelapa yang akan dipakai dalam ransum ayam tidak dalam keadaan tengik, alasannya sanggup mengakibatkan diare. Bungkil kelapa sanggup dipakai dalam ransum untuk ayam semua umur.
Bahan baku pakan sebagai sumber protein nabati antara lain  Bahan Baku Pakan Sebagai Sumber Protein Nabati
Bahan Baku Pakan Sebagai Sumber Protein Nabati
Bungkil kedelai 
Karena sudah diambil minyaknya, maka kandungan protein bungkil kedelai lebih tinggi dari pada kedelainya sendiri yaitu sekitar 50%. Bungkil kedelai merupakan sumber asam amino esensial yang baik bagi ayam. Kandungan energi metabolismenya juga tidak terlalu rendah kira-kira 2200 kkal/ kg. Bungkil kedelai sanggup dipakai dalam ransum ayam semua umur. 

Kacang kedelai 
Kacang kedelai utuh sanggup juga dipakai sebagai materi baku pakan ternak alasannya ketersediaannya di dalam negeri cukup memadai. Kecenderungan pasar dunia yang semakin membutuhkan bungkil kedelai telah menaikkan harganya, sehingga dikala ini harga bungkil kedelai lebih mahal daripada kacang kedelai utuh. 

Akhir-akhir ini telah ada suatu perjuangan untuk tetap mempertahankan kandungan minyak dalam biji kedelai. Kendala pemanfaatan kacang kedelai yaitu kandungan racun alami yang terdapat di dalamnya. Racun alami tersebut berupa zat anti tripsin, yaitu zat yang sanggup menghambat kerja enzim tripsin dalam menyintesis protein, sehingga akan mengakibatkan pertumbuhan ayam terhambat. Meskipun demikian, racun tersebut sanggup dihilangkan melalui proses pemanasan. 

 Bahan ini mengandung protein sekitar 37 - 38%, sama dengan protein biji kedelai tetapi alasannya minyaknya tidak diambil, maka kandungan energinya lebih tinggi dari pada bungkil, yaitu sekitar 3300 – 3.510 kkal/kg; lemak 17,9%; serat bernafsu 5,7%. Karena materi pakan sudah tidak lagi mengandung tripsin inhibitor maka pemakaian dalam ransum tidak terbatas. 

Bungkil kacang tanah 
Bungkil kacang tanah mengandung asam amino methionin dan lisin yang rendah. Penggunaannya dalam pakan ayam tidak terbatas. Bungkil kacang tanah sangat gampang berjamur. Toxin yang sering terdapat dalam bungkil kacang tanah, yaitu aflatoxin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus. Toxin ini sanggup mengakibatkan ayam kehilangan nafsu makan sehingga menurunkan laju pertumbuhan. Oleh alasannya itu bungkil kacang tanah yang berjamur sebaiknya tidak dipakai dalam pakan ayam. 

Kandungan energi metabolismenya sebesar 2.210 kkal/kg dan protein kasarnya 24 – 47%. Kendala pemakaian materi baku ini yaitu ketersediaannya mengandalkan impor. Selain itu, kandungan serat bernafsu yang cukup tinggi membatasi penggunaannya. Dua hambatan ini masih ditambah lagi dengan sedikitnya kandungan asam amino esensial. Jika lokasi peternakan di erat pabrik minyak kacang tanah, hambatan ketersediaan sanggup diatasi dengan memanfaatkan limbah atau bungkilnya. Kelebihan bungkil kacang tanah ini yaitu meningkatkan palatabilitas. Ternak unggas menyukai aroma materi baku ini. 

Bungkil biji kapuk 
Bungkil biji kapok mengandung lignin tinggi dan memiliki kecernaan rendah. Disamping itu mengandung zat anti nutrisi gossipol yang merugikan bagi ternak. Ayam sanggup mentolerir gossipol bebas dari pakan sebanyak 0,01%. Penggunaan bungkil biji kapok dalam pakan tergantung pada jumlah gossipolnya. 

Bahan baku ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 25 – 30%. Namun, lagi-lagi kendalanya yaitu kandungan serat kasarnya cukup tinggi, mencapai 25%. Karena itu, kalau ketersediaannya memadai, sanggup dipakai untuk materi baku pakan hanya hingga 3%. Itu pun hanya untuk tternak unggas remaja sebagai pakan finisher. umumnya materi baku ini dipakai sebagai pakan ternak ruminansia, menyerupai sapi potong dan sapi perah. 

Ampas kecap 
Ampas kecap yaitu buangan dari proses pembuatan kecap. Sayang kalau limbah ini tidak dimanfaatkan, mengingat kandungan nutrisinya yang cukup baik. Untuk sanggup dipakai menjadi materi baku pakan, ampas kecap harus dikeringkan terlebih terlebih dahulu dan digiling menjadi tepung. Nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya, protein 24,9% dan lemak 24,3%. 

Bunga Biji Matahari 
Nilai nutrisinya tergantung dari cara pengolahan. Bungkil biji bunga matahari mengandung lisin dengan availitabilitas yang rendah. Penggunaannya dalam pakan ayam tidak terbatas. 

Tepung daun lamtoro 
Di Indonesia, daun lamtoro atau ipil-ipil adakala dipakai dalam ransum ayam. Ditinjau dari kandungan proteinnya, daun lamtoro lebih baik dibandingkan dengan alfafa, berkisar antara 22 - 34%. Daun lamtoro juga merupakan sumber beta caroten yang baik, yang penting pada warna kuning telur. Tetapi alasannya adanya kandungan mimosin, maka penggunaannya dalam ransum ayam menjadi terbatas. Untuk anak ayam disarankan tidak lebih dari 5% sedangkan untuk ayam petelur sanggup dipakai hingga 15%. 

Apabila di tempat peternak banyak dijumpai pohon lamroro, akan sangat menguntungkan kalau sanggup dibentuk tepung daun lamtoro. Bahan ini sanggup dipakai sebagai sumber protein nabati yang cukup baik untuk adonan pakan ternak. Selain itu, kandungan xanthophylnya cukup baik sekitar 660 ppm. Nilai ini jauh di atas kandungan xanthophyl jagung, sekitar 20 ppm. Oleh alasannya itu, tepung daun lamtoro sanggup juga dipakai sebagai pewarna kuning di bab kaki dan kulit ayam ras pedaging. 

Proses pembuatan tepung daun lamtoro cukup sederhana. Daun lamtoro dikeringkan dengan pertolongan sinar matahari, sekaligus untuk menghilangkan zat mimosin atau zat yang sanggup mengakibatkan kerontokan bulu unggas, kemudian ditumbuk atau digiling menjadi tepung. Dalam industri pakan, umumnya materi baku ini tidak dipakai alasannya kesulitan pengadaannya dan tidak ada jaminan kemurniannya (sering dipalsukan). Namun, kalau di tempat peternak banyak didapatkan pohon lamtoro, sangat baik kalau sanggup dimanfaatkan sebagai materi baku pakan. Jika dibentuk tepung, daun lamtoro akan menghasilkan rendemen 30% dari bobot daun basah. 

Alfafa 
Di Indonesia, daun lamtoro atau ipil-ipil, alfafa adakala dipakai dalam ransum ayam. Ditinjau dari kandungan proteinnya, daun lamtoro lebih baik dibandinkan dengan alfafa, berkisar antara 22 - 34%. Daun lamtoro juga merupakan sumber beta caroten yang baik, yang penting pada warna kuning telur. Tetapi alasannya adanya kandungan mimosin, maka penggunaannya dalam ransum ayam menjadi terbatas. Untuk anak ayam disarankan tidak lebih dari 5% sedangkan untuk ayam petelur sanggup dipakai hingga 15%. 

Lupin 
Legum ini mungkin tidak tumbuh di Indonesia, tetapi banyak tumbuh di negara lain menyerupai Australia, amerika, dll. 

Chick Pea 
Bahan pakan ini banyak ditanam di beberapa di dunia ini untuk kebutuhan konsumsi manusia. Bijinya banyak mengandung lisin, tetapi miskin akan asam amino yang mengandung sulfur dan triptophan. 

Kacang Hijau
Kacang hijau miskin akan asam amino yang mengandung sulfur dan triptophan. Kacang hijau ini jarang dipakai sebagai adonan materi pakan.
Fermentasi Jerami Dengan Memakai Superfarm Cattle

Fermentasi Jerami Dengan Memakai Superfarm Cattle

December 24, 2018
Hijauan dari sisa pertanian ibarat jerami, jagung dan lain-lain oleh petani hanya diambil sebagai materi pakan ternak pada dikala sisa hasil pertanian ini hanya ditumpuk dan dibiarkan kering. Dengan kondisi limbah atau sisa hasil pertanian yang kering, petani tidak memanfaatkannya untuk pakan ternak. Hal ini disebabkan binatang ternak tidak mau memakan sisa atau limbah pertanian yang sudah kering tersebut. Untuk mengatasi kendala-kendala penyediaan materi pakan ternak pada animo kemarau maka kami membuat suatu produk teknologi yang membantu mengatasi penyediaan materi pakan untuk ternak pada animo kemarau. Superfarm Cattle merupakan suatu produk teknologi mikrobia yang mempunyai kegunaan untuk membantu menaikan kadar protein materi pakan, meningkatkan berat tubuh ternak, mengurangi anyir kotoran ternak, dan membantu menfermentasi materi pakan semoga merangsang nafsu makan ternak.

Bahan
a. Jerami kering/daun jagung kering 1.000 kg
b. SF-Cattle 4 ltr
c. Molasses 4 ltr
d. Dedak 30 kg
e. Plastik
f. Goni

Alat
a. Gembor air b. Ember/drum c. Parang

Cara Pembuatan
a. Sususn jerami kering dengan ketebalan 20-30 cm
b. Siram dengan SF-Cattle secara merata hingga dengan kadar air 60%
c. Tebarkan dedak tipis secara merata dipermukaan jerami
d. Tumpuk lagi diatasnya dengan jerami kering dan siram lagi dengan SF-Cattle
e. Taburi dedak tipis dipermukaannya
f. Lakukan hal yang sama hingga ketinggian yang dikehendaki
g. Setelah hingga ketinggian yang dikehendaki di sekeliling jerami ditutup plastik secara rapat.
h. Permukaan paling atas ditutup dengan goni
i. Jika goni tidak ada, dapat memakai jerami kering setebal 30 cm
j. Pada dikala pertolongan pakan, jerami yang paling atas disingkirkan dahulu lalu diambil jerami yang sudah difermentasi
k. Jerami fermentasi jangan eksklusif diberikan pada ternak, tetapi diangin-anginkan dahulu sebentar semoga cuek gres diberikan ke ternak.

Bahan Baku Dan Cara Pembuatan Pakan Ikan

December 24, 2018
 CARA PEMBUATAN PAKAN IKAN

Peluang perjuangan dalam dunia perikanan seakan tidak ada habisnya untuk terus digali dan dikembangkan potensinya. Dari hasil tangkapan ikan yang didapatkan, proses budidaya, termasuk didalamnya kebutuhan pakan ikan. Jika dalam artikel sebelumnya kita membahas secara global mengenai pakan ikan, kali ini kita akan bahas lebih dalam lagi mengenai pakan ikan buatan sebagai sebuah peluang usaha. Pada cuilan ini dijelaskan macam materi yang sanggup dipakai sebagai materi pembuatan pakan ikan berikut cara pembuatan serta kandungan gizinya. Dengan ketersediaan materi yang cukup melimpah dengan harga relatif murah, proses pembuatan yang cukup gampang serta daya serap pasar yang cukup tinggi, mengakibatkan perjuangan pakan ikan buatan sebagai peluang perjuangan yang menjanjikan.

 Peluang perjuangan dalam dunia perikanan seakan tidak ada habisnya untuk terus digali dan dike BAHAN BAKU DAN  CARA PEMBUATAN PAKAN IKAN
BAHAN BAKU DAN  CARA PEMBUATAN PAKAN IKAN
Ada aneka macam macam materi yang sanggup dijadikan materi baku pembuatan pakan ikan buatan. Secara umum dibagi menjadi : materi hewani (berasal dari hewan) serta materi nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan. Disamping materi baku utama pada umumnya diberikan materi komplemen yang dibutuhkan sebagai penyempurna pakan buatan tersebut, diantaranya sebagai perasa dan materi perekat. Secara detai akan dijelaskan sebagai berikut :

BAHAN HEWANI

A. Tepung Ikan
Bahan baku tepung ikan yaitu jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan wangi khas yang sanggup merangsang nafsu makan ikan. Lama penyimpanan < 11-12 bulan, bila lebih sanggup ditumbuhi cendawan atau bakteri, serta sanggup menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial hingga 8%.
Kandungan gizi:
Protein : 22,65%;
Lemak : 15,38%;
Abu : 26,65%;
Serat : 1,80%;
Air : 10,72%;
Nilai ubah : 1,5-3
Cara pembuatannya:
1. Ikan direbus hingga masak, diwadahi karung, kemudian diperas.
2. Air perasan ditampung untuk dibentuk petis/diambil minyaknya.
3. Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

B. Tepung Rebon dan Benawa
Rebon yaitu sejenis udang kecil yang merupakan materi baku pembuatan terasi. Benawa yaitu anak kepiting laut. Rebon dan Benawa muncul pada awal animo hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda yang terapung.
Cara pembuatan:
· Bahan direbus hingga masak, diwadahi karung, kemudian diperas
· Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan gizi:
Protein: Udang rebon : 59,4% (udang rebon), 23,38% (benawa);
Lemak : 3,6% (Udang rebon), 25,33% (Benawa);
Karbohidrat : 3,2% (Udang rebon), 0,06% (benawa);
Abu : 11,41% (Benawa);
Serat : 11,82% (Benawa);
Air : 21,6% (Udang rebon); 5,43% Benawa ,
Nilai ubah Benawa : 4-6

C. Tepung Kepala Udang
Bahan yang dipakai yaitu kepala udang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor.
Cara pembuatannya:
· Bahan direbus, dijemur hingga kering dan digiling;
· Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang bergairah dan banyak mengandung kitin.
Kandungan gizinya:
Protein : 53,74%;
Lemak : 6,65%;
Karbohidrat : 0%;
Abu : 7,72%;
Serat bergairah : 14,61%;
Air : 17,28%.

D. Tepung Anak Ayam
Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur.
Cara pembuatan:
· Anak-anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot. Kemudian direbus hingga kaku (setengah masak).
· Diangin-anginkan hingga kering dan digiling beberapa kali hingga halus. Hasil gilingan yang masih lembap disebut pasta dan sanggup pribadi digunakan.
· Pasta sanggup dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan gizinya:
Protein : 1,65%,
Lemak : 7,30%,
Abu : 2,34%,
Air : 8,80%,
Nilai ubah : 5-8.
Juga mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang sanggup merangsang nafsu makan dan pertumbuhan.

E. Tepung Kepompong Ulat Sutra
Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam.
Kandungan gizinya:
Protein : 46,74%,
Lemak : 29,75%,
Abu : 4,86%,
Serat : 8,89%,
Air : 9,76%,
Nilai ubah : 1,8.

F. Ampas Minyak Hati Ikan
Bahan: ampas hati ikan yang telah diperas minyaknya.
Cara pembuatannya:
· Digunakan sebagai pasta, alasannya yaitu kandungan lemaknya tinggi, sehingga sukar dikeringkan.
· Digiling halus hingga bentuknya menyerupai pellet.
Kandungan gizinya:
Protein : 25,08%,
Lemak : 56,75%,
Abu : 6,60%,
Air : 12,06%,
Nilai ubah : 8.

G. Tepung Darah
Bahan: darah, limbah dari rumah pemotongan ternak.
Cara pembuatannya:
darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung.
Kandungan gizinya:
Protein : 71,45%,
Lemak : 0,42%,
Karbohidrat : 13,12%,
Abu : 5,45%,
Serat : 7,95%,
Air : 5,19.
Proteinnya sukar dicerna, sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.

H. Silase Ikan
Silase yaitu hasil olahan cair dari materi baku asal ikan/limbahnya.
Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan.
Cara pembuatan :
1. Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jam, kemudian diperas.
2. Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan. Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%, untuk mencegah tumbuhnya bakteri/cendawan dan menambah daya kekal ± 3 bulan dengan pH ± 4,5. (4) Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3- 4 kali sehari
3. Bahan cair yang bersifat asam sanggup dicampur dengan dedak, ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1:1, dikeringkan dan dipakai untuk gabungan dalam ramuan makanan.
Kandungan gizinya:
Protein : 18-20%,
Lemak : 1-2%,
Abu : 4-6%,
Air : 70 – 75%,
Kapur : 1-3%,
Fosfor : 0,3-0,9%.

I. Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang
Bahan: arang bulu ayam, tulang ternak.
Cara pembuatan:
Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 derajat C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 ahad dan dicuci dengan air tawar. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 derajat C selama 4 jam, suhu 70 derajat C selama 4 jam, dan 100 derajat C selama 5 jam. Pemrosesan selatin. Tulang dikeringkan pada suhu 100 derajat C, hingga kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung. Pengemasan dan penyimpanan.
Kandungan gizinya:
Protein : 25,54%,
Lemak : 3,80%,
Abu : 61,60%,
Serat : 1,80%,
Air : 5,52%.

J. Tepung Bekicot
Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus.
Cara pembuatan:
Daging bekicot dikeringkan kemudian digiling. Untuk gabungan kuliner sebesar 5-15%.
Kandungan gizi:
Protein : 54,29%,
Lemak : 4,18%,
Karbohidrat : 30,45%,
Abu : 4,07%,
Kapur : 8,3%,
Fosfor : 20,3%,
Air : 7,01.

K. Tepung Cacing Tanah
Dapat menggantikan tepung ikan, sanggup diternak secara masal.
Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%.
Cara pembuatan: Cacing dikeringkan kemudian digiling.
Kandungan proteinnya 72% dan gampang diserap dinding usus.

L. Tepung Artemia
Dapat menggantikan tepung ikan/kepala udang.
Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan pandai balig cukup akal 60%, sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan pandai balig cukup akal 10%. Daya cernanya tinggi.

M. Telur Ayam dan Itik
Bahan: telur mentah atau telur rebus.
Penggunaan: Telur mentah pribadi dikopyok dan dicampur dengan materi lain. Telur rebus, diambil kuningnya, dihaluskan dan dilarutkan hingga membentuk emulsi atau suspensi.
Kandungan gizinya:
Protein : 12,8%,
Lemak : 11,5%,
Karbohidrat : 0,7%,
Air : 74%.

N. Susu
Bahan: tepung susu tak berlemak (skim).
Kandungan gizi:
Protein : 35,6%
Lemak : 1,0%
Karbohidrat : 52,0%,
Air : 3,5%

Potensi Dan Nilai Nutrisi Tongkol Jagung

December 24, 2018
Tongkol jagung, janggel jagung, bonggol jagung merupakan istilah yang dihasilkan sesudah limbah dipisahkan dari tongkolnya. Bagi sebagian orang tongkol jagung hanya menjadi sampah, dan mungkin ada yang memanfaatkannya menjadi kayu bakar. Namun kalau diolah, tongkol jagung ini bisa menambah penghasilan petani.

Tongkol jagung bisa dimanfaatkan sebagai materi pakan ternak yang bisa membuat lapangan pekerjaan, dan mengurangi pengangguran di negara ini. Hal ini juga bisa meningkatkan devisa negara, alasannya ialah jepang membutuhkan 15 kontainer per ahad atau 3.600 ton per tahun. Harganya 155 US dolar per ton. Bahkan hal ini juga bisa mengurangi sampah / limbah di negara ini.

Faktor utama penentu keberhasilan dalam perjuangan peternakan ialah penyediaan pakan. Salah satu penyediaan pakan bagi ternak ruminansia ialah dengan pemanfaatan pakan asal sisa hasil pertanian, perkebunan maupun agroindustri. Salah satu sisa flora pangan dan perkebunan yang memiliki potensi cukup besar ialah tongkol jagung.
 bonggol jagung merupakan istilah yang dihasilkan sesudah limbah dipisahkan dari tongkolny Potensi Dan Nilai Nutrisi Tongkol Jagung
Potensi Dan Nilai Nutrisi Tongkol Jagung
Upaya peningkatan kualitas tongkol jagung sebagai pakan ruminasia sanggup dilakukan dengan perlakuan fisik, kimiawi, biologi atau campuran perlakuan tersebut. Perlakuan fisik dengan pencacahan sanggup digabungkan dengan perlakuan kimiawi berupa amoniasi dan perlakuan biologi yaitu fermentasi memakai starter mikrobia sellulolitik. Salah satu fungsi amoniasi ialah memutus ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa serta menyediakan sumber N untuk mikrobia, sedangkan fungsi fermentasi ialah sanggup menurunkan serat garang dan sekaligus meningkatkan kecernaan materi pakan berserat. Proses fermentasi bertujuan menurunkan kadar serat kasar, meningkatkan kecernaan dan sekaligus meningkatkan kadar protein garang (Tampoebolon, 1997).

Tongkol jagung atau janggel, merupakan bab dari buah jagung sesudah biji dipipil. Kandungan nutrisi tongkol jagung menurut analisis di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak mencakup kadar air, materi kering, protein garang dan serat garang berturut-turut sebagai berikut 29,54; 70,45; 2,67 dan 46,52% dalam 100% materi kering (BK). Palatabilitas tongkol jagung yang rendah masih sanggup dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia dengan pengolahan terlebih dahulu (Wardhani dan Musofie, 1991).

Peningkatan kualitas nutrisi pada tongkol jagung melalui pengurangan ukuran partikel dan fermentasi secara kasatmata sanggup meningkatkan protein kasar, namun tidak bisa memperbaiki nilai nutrisi pada serat garang maupun pada total digestible nutrients (TDN). Penggunaan tongkol jagung yang telah difermentasi dengan Aspergillus niger sebanyak 50% dalam konsentrat pada sapi PO yang menerima pakan basal jerami padi bisa menghasilkan pertambahan bobot hidup harian (PBBH) yang tidak berbeda kasatmata dengan sapi PO yang diberi pakan konsentrat tanpa tongkol jagung, sehingga penggunaan tongkol jagung dalam konsentrat sebanyak 50% bisa maningkatkan nilai laba (Anggraeny et al., 2008)

Metoda Menyusun Ransum Untuk Ternak Itik

December 24, 2018
Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam perjuangan beternak itik ialah pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengolah materi baku pakan menjadi  pakan jadi. Untuk sanggup menguasai cara menciptakan pakan sendiri, peternak itik perlu memahami manfaat serta kandungan nutrisi bahan-bahan baku pakan yang akan diramu menjadi pakan ternak itik. Adapun manfaat utama materi baku pakan tersebut ialah sebagai sumber karbohidrat dan lemak yang menghasilkan energi. Di samping itu, materi tersebut juga mengandung air, protein, vitamin dan mineral.

Kandungan gizi materi baku pakan yang akan diolah menjadi pakan ternak itik periode layer sanggup dilihat pada tabel berikut dan untuk memudahkan perhitungannya, di dalam tabel dipakai angka atau nilai rata-rata :
Tabel 1.  Kandungan gizi materi baku pakan itik

Cara mengolah pakan buatan
Seperti telah dijelaskan di atas perihal kandungan nutrisi bahan-bahan baku pakan yang akan diramu sebagai pakan itik periode layer (dewasa). Adapun kebutuhan gizi pakan  itik pada periode ini, mengandung protein sebesar 15 – 17% serta kandungan energi sebesar 2700kkal (Balitnak Bogor).

Untuk menciptakan pakan itik dengan kandungan gizi menyerupai yang dimaksud di atas, hal yang perlu dilakukan ialah menghitung jumlah materi yang akan digunakan. Caranya ialah dengan memakai metoda coba-coba. Dalam metode ini, pembiasaan materi pakan dilakukan dengan cara mengurangkan, menambahakan dan mengkalikan banyaknya masing-masing materi baku sehingga sesuai dengan yang dikehendaki. Bagi yang sudah berpengalaman, metoda ini tidaklah sulit tetapi bagi pemula perlu bimbingan.

Langkah-langkah dalam menyusun ransum itik periode layer
1. Untuk memudahkan proses perhitungan buatlah tabel menyerupai di bawah ini :

Tabel 2. Jumlah kandungan protein dan energi materi baku pakan
 Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam perjuangan beternak itik ialah pemahaman dan k Metoda Menyusun Ransum Untuk Ternak Itik
2. Kemudian pilihlah bahan-bahan pakan yang akan digunakan, contohnya jagung, dedak, ampas tahu dan tepung ikan (sesuaikan     dengan ketersedian materi pakan).

3. Tahap berikutnya ialah memilih kandungan nutrisi yang dikehendaki, contohnya kita menginginkan ransum yang mengandung protein 15-17% dan energi metobolisme 2700 kkal/kg (pakan itik layer).

4.Tentukan juga banyaknya materi pakan yang akan dipakai dan untuk memudahkan perhitungannya, buatlah jumlah keselurahan pakan menjadi 100kg (100%).

Tabel 3. Jumlah kandungan protein dan energi materi baku pakan
 Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam perjuangan beternak itik ialah pemahaman dan k Metoda Menyusun Ransum Untuk Ternak Itik
5. Selanjutnya menghitung kandungan protein dan energi metabolisme materi pakan dengan cara mengkalikan banyaknya materi baku pakan dengan kandungan gizi tersebut, kemudian jumlahkan kandungan protein serta energi metabolisme.

Tabel 4. Jumlah kandungan protein dan energi materi baku pakan yang dikehendaki
 Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam perjuangan beternak itik ialah pemahaman dan k Metoda Menyusun Ransum Untuk Ternak Itik

6. Perhatikan nilai kandungan protein dan energi yang dikehendaki apakah sudah sesuai, kurang atau sudah berlebihan.

7. Bila jumlah yang diperoleh dengan nilai yang dikehendaki belum sesuai, ulangi lagi perhitungannya sampai benar-benar mendekati kandungan gizi yang diharapkan, dengan memulai dari no.4

Perhatikan perubahan banyaknya materi baku pakan yang dipakai menyerupai contoh dalam tabel.

8. Apabila jumlah protein sudah mendakati kebutuhan, tetapi energi metabolisme masih kurang maka sanggup ditambahkan minyak kelapa. Adapun kandungan protein minyak kelapa ialah 0% dan energi 8.600kkal/kg.

Perhitungan Harga Pakan
Selanjutnya menghitung harga masing-masing materi baku pakan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghasilkan ransum buatan sendiri yang ekonomis. Lihat contoh tabel berikut :

Tabel 5.  Perkiraan harga materi baku pakan
 Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam perjuangan beternak itik ialah pemahaman dan k Metoda Menyusun Ransum Untuk Ternak Itik
Dari asumsi harga tersebut di atas, menandakan bahwa harga adonan pakan ini ialah Rp.178.000/100kg atau Rp.1.780/kg.

Selanjutnya menghitung kebutuhan konsumsi itik berbanding dengan asumsi harga pakan adonan menyerupai berikut :

Konsumsi induk itik ialah 15 kg/hari/100 ekor
Makara : 15 kg x Rp.1780 = Rp. 26.700/hari/100ekor

Dalam contoh asumsi tersebut, untuk pemeliharaan 100 ekor itik saja, peternak akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp.43.333/hari dengan asumsi produksi telur 70%/hari dengan harga telur Rp.1000/butir.

Contoh perhitungan :
Produksi Telur
100ekor x 70% = 70 butir telur/hari
70 x Rp.1000 = Rp.70.000/hari/100ekor
Pendapatan
Rp. 70.000  –  Rp. 26.700 =  Rp.43.333/hari/100ekor atau
Rp. 43.333  x 30 = Rp.1.299.990/bulan

Dengan demikian untuk mendapat hasil yang lebih baik, pemeliharaan itik petelur minimal 300 ekor dengan memanfaatkan bibit unggul, itik ratu (MA-2000) atau itik lokal unggul menyerupai itik alabio atau itik mojosari dengan menerapkan sistem pemeliharaan secara intensif (terkurung).

Contoh perhitungan pemeliharaan 300 ekor itik :
Biaya pakan          : Rp.26.700 x 3 = Rp.  80.100/hari
Pendapatan kotor : Rp.70.000 x 3 = Rp.210.000/hari
Pendapatan higienis : Rp.210.000 – Rp.80.100 = Rp.129.900/hari atau
Rp.129.900 x 30 = 3.897.000/bulan

Makara semakin banyak itik yang akan dipelihara maka semakin besar pula hasil yang akan didapatkan.

Cara pinjaman ransum yang baru
Organ pencernaan itik sangatlah sensitif terhadap ransum yang dikonsumsi. Pemberian pakan yang berubah-ubah sanggup menyebabkan efek jelek dan sanggup menciptakan itik stres yang  berakibat itik tidak bertelur. Makara cara pinjaman ransum yang gres atau menambahkan materi baku ransum yang gres ialah dengan memperlihatkan secara sedikit demi sedikit artinya ransum yang gres dihentikan pribadi diberikan pada ternak.

Cara pinjaman pakan gres yang baik ialah pinjaman secara sedikit demi sedikit yaitu pada hari pertama ransum gres diberikan sebesar 5% dari total pakan harian kemudian tambahkan jumlahnya pada hari-hari berikut.

Demikian cara menyusun pakan itik dengan memanfaatkan materi baku pakan yang murah dan gampang didapatkan serta mempunyai nilai ekonomis, dengan impian artikel ini sanggup menjadi pola bagi peternak dalam menyusun pakan ternak itik secara mandiri. Semoga bermanfaat!

Sumber : Hardjosworo,Peni,Prof.Dr.Dra.Msc,Rukmiasi,M.S, Itik, Permasalahan dan Pencegahan,Jakarta: Penebar Swadaya,2001