Showing posts with label Burung. Show all posts
Showing posts with label Burung. Show all posts

Cara Mengawinkan Burung Kenari Yang Benar

January 07, 2019
Tips Mengawinkan Burung Kenari Ternak Kenari 

Bagi saudara-saudari pencinta burung dalam beternak burung tentu kita pengen taw juga bagaimana tips dan cara mengawinkan burung kenari supaya menerima hasil yang lebih maksimal... nah dibawah ini kami berikan tipsnya dan supaya bermanfaat.

- Anda sedang menangkarkan kenari? Kesulitan dalam proses perkawinannya? Atau tidak juga mau kawin meski jantan betina sudah sama-sama terlihat birahi? Jangan bingung, nih ada beberapa tips untuk Anda :

Syaratnya utamanya mudah, yakni selain kita punya kenari jantan yang siap kelamin dan akan kita jadikan pejantan, kita juga harus punya kenari jantan lainnya yang juga sudah gacor.

Tips dan langkah-langkah mengawinkan kenari
Tips Mengawinkan Burung Kenari Ternak Kenari CARA MENGAWINKAN BURUNG KENARI YANG BENAR

1. Tidak pernah mencampur jantan betina dalam waktu lama. Artinya, selama penjodohan hingga mau kawin, jangan pernah dicampur dalam satu sangkar.

2. Ketika kenari jantan sudah benar-benar gacor dalam kesehariannya, dan betina sudah matang kelamin (kloaka terlihat jerawat memerah) dan sudah menyusun sarang di kandang lainnya, proses mengawinkan gres dimulai.

3. Jika kondisi sudah menyerupai yang aku sebutkan di atas, maka pilihlah waktu pagi hari sesudah kita final bersih-bersih dan memberi pakan semua momongan, masukkan jantan kenari yang sudah siap itu ke kandang kenari betina.

4. Jika sesudah dimasukkan si kenari jantan tidak juga segera mau naik mengawini si betina, ambillah kenari gacor kita yang lainnya, dan dekatkan ke kandang jantan-betina yang sedang akan kita kawinkan.

5. Begitu melihat pesaing datang, biasanya kenari jantan akan segera “naik” ke atas betina dan terjadilah perkawinan.

6. Biarkan jantan dan betina kenari berduaan hingga sekitar 1 jam. Dalam rentang waktu itu, biasanya terjadi 2-3 kali perkawinan atau lebih.

7. Setelah poin 6 terlampaui, pisahkan jantan dan betina kenari sehingga keduanya tidak saling lihat.

8. Ulangi kesemua langkah di atas selama 3 hari berikutnya. Nah, sesudah lewat 4 hari masa perkawinan, kenari jantan dan betina tidak perlu dicampur lagi. Betina akan bertelur dan mengerami sendiri telur-telurnya.

Tips dan warta lain:

1. Jika kita mengawinkan kenari jantan dan betina pada pagi hari, maka sesudah sekitar 6 jam atau sore harinya, si jantan sanggup untuk mengawini kenari betina yang lain, dengan proses sama dengan tips yang aku sebutkan di atas.

2. Jika kenari jantan tidak juga segera gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau kenari betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor kenari tidak isi dan akhirnya tidak sanggup menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan sanggup memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita memakai Bird Mature (klik saja untuk melihat profil Bird Mature).

Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.

3. Jika burung-burung kenari anakan kita simpel mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, alasannya ialah daya tahan badan secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral. (klik saja untuk melihat profil Bird Mineral)

Bird Mineral tidak hanya cantik untuk anakan tetapi juga indukan alasannya ialah Bird Mineral mengakibatkan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); mengakibatkan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran sanggup segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; janjkematian embrio rendah.(omkicau). Semoga bermanfaat bagi saudara saudari khususnya bagi pecinta burung.

BACA JUGA PANDUAN BETERNAK KENARI YANG BENAR

Binatang Khas Nanggroe Aceh Darusalam

January 06, 2019
CEUMPALA KUNENG (Trichixos pyrropygus) KHAS NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Inilah Binatang Khas Nanggroe Aceh Darusalam

Ceumpala Kuneng atau kucica ekor kuning yaitu seekor spesies burung dalam keluarga Muscicapidae. Burung ini sanggup ditemukan di Brunei, Indonesia,Malaysia dan Thailand. Habitat alaminya yaitu di hutan dataran rendah yang lembab dan rawa-rawa di kawasan subtropis atau tropis. Burung ini merupakan fauna kawasan Acehyang dikenal dengan nama cémpala kunèng dalam bahasa Aceh. Saat ini burung ini berstatus hampir terancam. Burung ini tersebar di Semenanjung Thailand, SemenanjungMalaya, Brunei dan Indonesia. Di Indonesia burung ini hanya ditemukan di Sumateradan Kalimantan. Burung ini berukuran sedang (21 cm), berekor panjang hitam dan jingga. Jantan mirip kucica hutan tetapi ekornya yang merah karat jauh lebih pendek, lebih banyak berwarna abu-abu gelap daripada hitam, alis pendek putih dan tunggir merah karat. Betina lebih coklat dan tidak punya alis putih. Burung cukup umur lebih coklat berbintik-bintik kuning merah karat. Iris coklat; paruh hitam; kaki hitam.Kicauannya tidak semerdu kucica hutan. Seri panjang terdiri dari siulan merdu, nada tunggal dan ganda, “pi-uuu”, meningkat dan menurun bergantian secara tidak tetap. Burung yang tidak umum dijumpai di kerimbunan hutan primer dan sekunder dataran rendah hingga ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Lebih menyukai hutan lembab rimbun termasuk hutan rawa.

                          
Gambar BURUNG CEUMPALA KUNENG (Trichixos pyrropygus)

                         

Burung Khas Riau

January 06, 2019
SERINDIT (Loriculus galgulus) KHAS RIAU

Serindit melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus adalah sejenis burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran kecil, dengan panjang mencapai 12 cm. Bulunya didominasi oleh warna hijau dengan bulu ekor berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa. Burung serindit jantan mempunyai bercak kepala berwarna biru dan bercak tenggorokan berwarna merah. Burung betina berwarna lebih kusam dibanding jantan. Populasi Serindit melayu tersebar di hutan dataran rendah, dari permukaan maritim hingga ketinggian 1.300 m di negara Brunei,Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Serindit Melayu hidup dalam kelompok. Burung ini mempunyai kebiasaan aktif memanjat dan berjalan daripada terbang. Saat istirahat, burung serindit menggantungkan tubuh ke bawah. Pakannya terdiri dari sayuran hijau, buah-buahan, padi-padian dan aneka serangga kecil. Burung betina biasanya menetaskan antara tiga hingga empat butir telur yang dierami sekitar 18 hingga 20 hari.


Serindit melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus  BURUNG KHAS RIAU
Gambar Burung  SERINDIT (Loriculus galgulus)
Serindit melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus  BURUNG KHAS RIAU


Elang Bondol (Haliastur Indus) Burung Khas Dki Jakarta

January 05, 2019
ELANG BONDOL (Haliastur indus) KHAS DKI JAKARTA

Elang bondol atau dalam nama ilmiahnya yaitu Haliastur Indus yaitu spesies dari genus dari Haliastur. Burung Elang Bondol berukuran sedang (45 cm), berwarna putih dan coklat pirang. Elang bondol yang remaja berkarakter seluruh badan kecoklatan dengan coretan pada dada. Warna berubah putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu remaja sepenuhnya pada tahun ketiga. Ujung ekor bundar.Iris coklat, paruh dan sera abu-abu kehijauan, kaki dan tungkai kuning suram. Ketika dewasa, huruf tubuhnya yaitu kepala, leher, dada putih. Sayap, punggung, ekor dan perut coklat terang. Kontras dengan bulu primer yang hitam. Makanannya yaitu hampir semua binatang, hidup atau mati. Di perairan, makanannya berupa kepiting dan di daratan memakan anak ayam, serangga dan mamalia kecil. Sarang berukuran besar, dari ranting pada puncak pohon. Telur berwarna putih, sedikit berbintik merah, jumlah 2-3 butir. Berkembang biak pada bulan Januari - Agustus dan Mei - Juli. India, Cina selatan, Asia tenggara, Indonesia, Australia. Di Indonesia, penyebarannya ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua. Sedangkan di Indonesia dan India, sanggup ditemukan di kawasan pedalaman. Di Kalimantan sendiri, elang bondol sanggup ditemui di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Keberadaan elang bondol disana melimpah.

GAMBAR. ELANG BONDOL

Burung Khas Jawa Tengah Kepodang Emas (Oriolus Chinensis)Kepodang Emas (Oriolus Chinensis)

January 05, 2019
KEPODANG EMAS (Oriolus chinensis) KHAS JAWA TENGAH

Kepodang emas ialah burung berkicau (Passeriformes) yang memiliki buluyang indah dan juga populer sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi dan higienis termasuk dalam menciptakan sarang. Kepodang merupakan salah satu jenis burung yang sulit dibedakan antara jantan dan betinanya menurut bentuk fisiknya. Burung kepodang termasuk jenis burung kurungan alasannya ialah dibeli oleh masyarakat sebagai penghias rumah, oleh akhirnya burung ini masuk dalam komoditas perdagangan yang menciptakan populasinya semakin kecil. Burung kepodang berasal dari daratan China dan penyebarannya mulai dari India, Asia Tenggara, kepulauan Philipina, termasukIndonesia yang mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Burung ini hidup di hutan-hutan terutama di tempat tropis dan sedikit di tempat sub tropis dan biasanya hidup berpasangan . Di pulau Jawa dan Bali burung kepodang sering disebut dengan kepodang emas. Burung kepodang berukuran relatif sedang, panjang mulai ujung ekor sampai paruh berkisar 25 cm. Burung ini berwarna hitam dan kuning dengan strip hitam melewati mata dan tengkuk, bulu terbang sebagian besar hitam. Tubuh bab bawah keputih-putihan dengan burik hitam, iris merah, bentuk paruh meruncing dan sedikit melengkung ke bawah, ukuran panjang paruh kurang lebih 3 cm, kaki hitam. Burung ini menghuni hutan terbuka, hutan mangrove, hutan pantai, di tempat-tempat tersebut sanggup dikenali dengan kepakan sayapnya yang kuat, perlahan, mencolok dan terbangnya menggelombang.
 
 
 
Gambar. KEPODANG EMAS (Oriolus chinensis)

Inilah Burung Khas Di Yogyakarta

January 05, 2019
PERKUTUT (Geopelia striata) KHAS DI YOGYAKARTA

Perkutut Jawa (Geopelia striata, familiaColumbidae) yaitu sejenis burungberukuran kecil, berwarna abu-abu yang banyak dipelihara orang alasannya keindahan suaranya. Dalam tradisi Indonesia, terutama Jawa, sampai keadaannya di alam mulai terancam. Perkutut masih berkerabat erat dengan Tekukur Biasa, Dederuk Jawa, danmerpati. Burung perkutut bertubuh kecil. Panjangnya berkisar antara 20-25 cm. Kepalanya membulat kecil, berwarna abu-abu. Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru keabu-abuan. Mata burung perkutut lingkaran dengan iris berwarna abu-abu kebiru-biruan. Lehernya agak panjang dan ditumbuhi bulu-bulu halus. Bulu disekitar dada dan leher membentuk contoh garis melintang berwarna hitam dan putih. Bulu yang menutupi tubuh perkutut berwarna kecokelatan. Pada bulu sayap terdapat garis melintang berwarna cokelat tua. Bulu ekornya yang juga berwarna cokelat agak panjang. Jari-jari perkutut berjumlah 8 dengan kuku-kuku yang runcing. Makara jumlah jari sebelah kaki yaitu 4. Tiga dari empat jarinya ada di depan dan sebuah jari di belakang. Jari-jari perkutut berkhasiat untuk bertengger.


Gambar. Burung PERKUTUT KHAS DI YOGYAKARTA