Showing posts with label Binatang. Show all posts
Showing posts with label Binatang. Show all posts

Mentilin (Tarsius Bancanus) Khas Bangka Belitung

January 06, 2019
MENTILIN (Tarsius bancanus) KHAS BANGKA BELITUNG


Tarsius bancanus atau Mentilin merupakan salah satu spesies tarsius. Primataendemik Sumatera dan Kalimantan, Indonesia ini ditetapkan sebagai Fauna identitas provinsi Bangka Belitung. Tarsius bancanus dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Horsfield’s Tarsier atau Western Tarsier. Tarsius bancanus atau Horsfield’s Tarsier memiliki ciri-ciri dan sikap menyerupai jenis-jenis tarsius lainnya. Panjang tubuhnya sekitar 12-15 cm dengan berat badan sekitar 128 gram (jantan) dan 117 gram (betina). Bulu badan Tarsius bancanus berwarna coklat kemerahan sampai abu-abu kecoklatan. Tarsius bancanus tersebar di Indonesia (pulau Kalimantan, Sumatera, dan pulau-pulau sekitar menyerupai Bangka, Belitung, dan Karimata), Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Brunei Darussalam.


Terdapat 4 (empat) subspesies Tarsius bancanus, yaitu:


· Tarsius bancanus bancanus


· Tarsius bancanus borneanus


· Tarsius bancanus natunensis


· Tarsius bancanus saltator



Gambar.MENTILIN (Tarsius bancanus)


Beruang Madu (Helarctos Malayanus) Khas Bengkulu

January 06, 2019
BERUANG MADU (Helarctos malayanus) KHAS BENGKULU

Beruang madu termasuk famili ursidae dan merupakan jenis paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada di dunia. Beruang ini yaitu fauna khas provinsiBengkulu sekaligus digunakan sebagai simbol dari provinsi tersebut. Beruang madu juga merupakan maskot dari kota Balikpapan. Beruang madu di Balikpapan dikonservasi di sebuah hutan lindung berjulukan Hutan Lindung Sungai Wain. Panjang tubuhnya 1,40 m, tinggi punggungnya 70 cm dengan berat berkisar 50-65 kg. Bulu beruang madu cenderung pendek, berkilau dan pada umumnya hitam, matanya berwarna cokelat ataubiru,selain itu hidungnya relatif lebar tetapi tidak terlalu moncong. Jenis bulu beruangmadu yaitu yang paling pendek dan halus dibandingkan beruang lainnya, berwarnahitam kelam atau hitam kecoklatan, di bawah bulu lehernya terdapat tanda yang unik berwarna oranye yang dipercaya menggambarkan matahari terbit. Berbeda dengan beruang madu dewasa, bayi beruang madu yang gres lahir mempunyai bulu yang lebih lembut, tipis dan bersinar. Karena hidupnya di pepohonan maka telapak kaki beruang ini tidak berbulu sehingga dia sanggup bergerak dengan kecepatan sampai 48 kilometer per jam dan mempunyai tenaga yang sangat kuat. Beruang madu hidup di hutan-hutan primer, hutan sekunder dan sering juga di lahan-lahan pertanian, mereka biasanya berada di pohon pada ketinggian 2-7 meter dari tanah, dan suka mematahkan cabang-cabang pohon atau membuatnya melengkung untuk menciptakan sarang. Habitat beruang madu terdapat di kawasan hujan tropis Asia Tenggara. Penyebarannya terdapat di pulau Borneo,Sumatera, Indocina, Cina Selatan, Burma, serta Semenanjung malaya. Oleh alasannya yaitu itulah, jenis ini tidak memerlukan masa hibernasi menyerupai beruang lain yang tinggal di wilayah empat musim. Beruang madu di masa kemudian diketahui tersebar hampir di seluruhbenua Asia, namun kini menjadi semakin jarang jawaban kehilangan dan fragmentasi habitat.

BERUANG MADU (Helarctos malayanus)

Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) Hewan Khas Banten

January 05, 2019
BADAK JAWA (Rhinoceros sondaicus) KHAS BANTEN

Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) ialah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima rino yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan rino india dan mempunyai kulit bermosaik yang ibarat baju baja. Badak ini mempunyai panjang 3,1-3,2 m dan tinggi 1,4-1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada rino india dan lebih bersahabat dalam besar badan dengan rino hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies rino lainnya. Badak ini pernah menjadi salah satu rino di Asia yang paling banyak menyebar. Meski disebut "badak jawa", hewan ini tidak terbatas hidup diPulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India sertaTiongkok. Spesies ini sekarang statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan ialah mamalia terlangka di bumi. Populasi 40 - 50 rino hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi rino Jawa di alam bebas lainnya berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam dengan asumsi populasi tidak lebih dari delapan pada tahun 2007. Berkurangnya populasi rino jawa diakibatkan oleh perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisionalTiongkok, dengan harga sebesar $30.000 per kilogram di pasar gelap. Berkurangnya populasi rino ini juga disebabkan oleh kehilangan habitat, yang terutama diakibatkan oleh perang, mirip perang Vietnam di Asia Tenggara juga mengakibatkan berkurangnya populasi rino Jawa dan menghalangi pemulihan. Tempat yang tersisa hanya berada di dua kawasan yang dilindungi, tetapi rino jawa masih berada pada resiko diburu, peka terhadap penyakit dan menciutnya keragaman genetik menyebabkannya terganggu dalam berkembangbiak. WWF Indonesia mengusahakan untuk membuatkan kedua bagi rino jawa lantaran kalau terjadi serangan penyakit atau musibah sepertitsunami, letusan gunung berapi Krakatau dan gempa bumi, populasi rino jawa akan eksklusif punah. Selain itu, lantaran invasi langkap (arenga) dan kompetisi dengan banteng untuk ruang dan sumber, maka populasinya semakin terdesak. Kawasan yang diidentifikasikan kondusif dan relatif bersahabat ialah Taman Nasional Halimun di Gunung Salak, Jawa Barat yang pernah menjadi habitat rino Jawa.


GAMBAR. BADAK JAWA KHAS BANTAN

Terdapat tiga subspesies, yang hanya dua subspesies yang masih ada, sementara satu subspesies telah punah:

· Rhinoceros sondaicus sondaicus, tipe subspesies yang diketahui sebagai rino Jawa Indonesia' yang pernah hidup di Pulau Jawa dan Sumatra. Kini populasinya hanya sekitar 40-50 di Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di ujung barat Pulau Jawa. Satu peneliti mengusulkan bahwa rino jawa diSumatra masuk ke dalam subspesies yang berbeda, R.s. floweri, tetapi hal ini tidak diterima secara luas.

· Rhinoceros sondaicus annamiticus, diketahui sebagai Badak Jawa Vietnam atauBadak Vietnam, yang pernah hidup di sepanjang Vietnam, Kamboja, Laos,Thailand dan Malaysia. Annamiticus berasal dari formasi pegunungan Annam diAsia Tenggara, kepingan dari tempat hidup spesies ini. Kini populasinya diperkirakan lebih sedikit dari 12, hidup di hutan daratan rendah di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Analisis genetika memberi kesan bahwa dua subspesies yang masih ada mempunyai leluhur yang sama antara 300.000 dan 2 juta tahun yang lalu.

· Rhinoceros sondaicus inermis, diketahui sebagai Badak jawa india, pernah hidup di Benggala hingga Burma (Myanmar), tetapi dianggap punah pada dasawarsa awal tahun 1900-an. Inermis berarti tanpa cula, lantaran karakteristik rino ini ialah cula kecil pada rino jantan, dan tak ada cula pada betina. Spesimen spesies ini ialah betina yang tidak mempunyai cula. Situasi politik diBurma mencegah taksiran spesies ini di negara itu, tetapi keselamatannya dianggap tak sanggup dipercaya.

Binatang Khas Jawa Barat Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas)

January 05, 2019
MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas) KHAS JAWA BARAT

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau macan kumbang yakni salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan daerah konservasi Pulau Jawa, Indonesia. Ia mempunyai dua variasi: berwarna jelas dan hitam (macan kumbang). Macan tutul jawa yakni satwa indentitas Provinsi Jawa Barat. Dibandingkan dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa berukuran paling kecil, dan mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini pada umumnya mempunyai bulu menyerupai warna sayap kumbang yang hitam mengkilap dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang. Bulu hitam Macan Kumbang sangat membantu dalam menyesuaikan diri dengan habitat hutan yang lebat dan gelap. Macan Kumbang betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan. Hewan ini soliter, kecuali pada ekspresi dominan berbiak. Ia lebih aktif berburu mangsa di malam hari. Mangsanya yang terdiri dari aneka binatang lebih kecil biasanya diletakkan di atas pohon. Macan tutul merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Frekuensi tipe hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini terjadi akhir satu alel resesif yang dimiliki binatang ini. Sebagian besar populasi macan tutul sanggup ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meskipun di semua taman nasional di Jawa dilaporkan pernah ditemukan binatang ini, mulai dari Ujung Kulon sampai Baluran. Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan, penangkapan liar, serta daerah dan populasi dimana binatang ini ditemukan sangat terbatas, macan tutul jawa dievaluasikan sebagai Kritis semenjak 2007 di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalamCITES Appendix I. Satwa ini dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.


Gambar.MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas)

Binatang Khas Bali Jalak Bali (Leucopsar Rotschildi)

January 05, 2019
JALAK BALI (Leucopsar rotschildi) KHAS BALI

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) ialah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali mempunyai ciri-ciri khusus, di antaranya mempunyai bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa. Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bab barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan binatang endemik ini dilindungi undang-undang. Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan berdasarkan pakar binatang berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912. Jenis ini aktif mencari makan di antara pohon dan tumbuhan bawah di hutan. Utamanya di daerah ekoton yaitu antara tempat berhutan dan padang rumput yang luas, serta di sepanjang hutan pinggiran sungai. Umumnya hidup dalam kelompok kecil atau berpasangan. Jalak bali merupakan burung yang jarang mencari makan di atas permukaan tanah namun, dikala animo kering beliau akan turun ke tanah untuk mencari avertebrata. Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menjadikan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini hingga terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan aktivitas penangkaran jalak Bali. Ancaman utama yang dihadapi burung yang pertama kali dideskripsikan tahun 1912 ini ialah adanya perubahan habitat alami di sepanjang barat bahari pantai Bali. Ancaman lainnya ialah penangkapan yang tidak terkendali (ilegal) untuk memenuhi pasokan pasar dunia sebagai binatang peliharaan. Populasinya yang sangat sedikit di alam, menciptakan IUCN menetapkan statusnya Kritis (Critically Endangered/CR).
 
 
Gambar,JALAK BALI (Leucopsar rotschildi) KHAS BALI

Rusa Timor (Cervus Timorensis) Khas Nusa Tenggara Barat

January 05, 2019
RUSA TIMOR (Cervus timorensis) KHAS NUSA TENGGARA BARAT

Rusa Timor atau Rusa Sunda Sambar (Rusa timorensis) ialah rusa orisinil pulauJawa, Bali dan Timor (bersama dengan Timor Leste). Ini juga merupakan spesies dikenali di Irian Jaya, Kalimantan (Kalimantan), Kepulauan Sunda Kecil, Maluku,Sulawesi, Australia, Mauritius, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Papua Nugini danRéunion. Ini menempati habitat yang sama dengan yang ada pada Chital of India membuka hutan kering dan adonan gugur, taman, dan sabana. Ini ialah kerabat akrab yang lebih besar Rusa Sambar . Hal ini cukup diburu di Australia timur. Rusa ini telah membentuk populasi di kawasan terpencil pulau, mungkin dibawa ke sana oleh nelayan Indonesia. Mereka menyesuaikan diri dengan baik, hidup nyaman di semak kering Australia ibarat yang mereka lakukan di tanah air tropis mereka. Sifat ini ditunjukkan dengan baik lebih seringnya ditemukan di pinggiran Wollongong dan Sydney dan khususnya di Royal National Park. Ini menunjukkan terus meningkat kuatnya populasinya. Rusa timor (Cervus timorensis) yang ditetapkan menjadi fauna identitas Nusa Tenggara Barat, mempunyai bulu berwarna coklat kemerah-merahan sampai abu-abu kecoklatan dengan bab bawah perut dan ekor berwarna putih. Rusa timor sampaumur mempunyai panjang tubuh berkisar antara 195-210 cm dengan tinggi tubuh mencapai antara 91-110 cm. Rusa timor (Cervus timorensis) mempunyai berat tubuh antara 103-115 kg walaupun rusa timor yang berada dipenangkaran bisa mempunyai bobot sekitar 140 kg. Ukuran rusa timor ini meskipun kalah besar dari sambar (Cervus unicolor) namun dibandingkan dengan rusa jenis lainnya ibarat rusa bawean, dan menjangan, ukuran tubuh rusa timor lebih besar.

Gambar. Rusa timur